Materi btcls 2019 pdf

with 0 Comments

ACLS (ADVANCED CARDIAC LIFE SUPPORT) Oleh: Fatir gasthausamflughafen.de REVIEW ARTIKEL Indian J. Anaesth;49 (2) RESUSITASI: SUATU TINJAUAN ATAS PEDOMAN YANG DIREKOMENDASIKAN Dr. Ali Jamshid Dr. Dar. A. Q. Ringkasan: Resusitasi serebral adalah tujuan yang paling penting dari seluruh upaya resusitasi dan agar resusitasi berhasil harus ada rangkaian kejadian . Izin Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia: AHUah Tahun CALL ME PLEASE 24 HOURS NONSTOP. Tagged (DOC) pelatihan btcls jakarta, ACLS , Agd Dinkes Dki Jakarta, Basic Trauma Cardiac Life Support, Basic Trauma Cardiac Life Support Adalah, Basic Trauma Cardiac Life Support Pdf, Basic Trauma Cardiac Life Support Training, Biaya Hemat, Biaya Pelatihan Btcls, biaya pelatihan btcls , Biaya Pelatihan Btcls , Bimtek Btcls.

Materi btcls 2019 pdf

3. Soal Ujian Pre Test Btcls Sag - Materi Bhd Post Test Kunci

Jaw thrust 3. Baging 2. Ratio 30 : 2 antara ventilasi dan Kontra indikasi blind naso-tracheal adalah kompresi, gunakan 1 tangan dan 1. Apnea kedalaman kompresi 2 inchi. Fraktur tulang wajah 3. Ratio 30 : 2 antara kompresi dan 3. Fraktur basis kranii ventilasi, gunakan 1 tangan dan 4.

Fraktur femur kedalaman kompresi 4. Berikut ini pernyataan yang benar adalah 4. Ratio 30 : 2 antara ventilasi dan sebagai berikut kecuali kompresi, gunakan 1 tangan dan 1. Berikut ini oksigenasi yang termasuk sistim kompresi, gunakan 2 jari dan aliran tinggi dan konsentasi oksigen tinggi kedalaman kompresi 1,5 inchi. Ratio 30 : 2 antara ventilasi dan 1.

Ratio 15 : 2 antara ventilasi dan kompresi, gunakan 1 tangan dan ESSAI : kedalaman kompresi 1,5 inchi. Sebutkan komponen Basic Life Support ventilasi, gunakan 2 jari dan kedalaman BLS bagi pasien bayi, anak-anak dan kompresi 1,5 inchi. Sebutkan hal hal yang menyebabkan Fraktur iga dan sternum 3. Distensi gaster bisa dihentikan?

Hemothorax 4. Sebutkan komplikasi dari Resusitasi 4. Tanda tanda obstruksi saluran 5. Coba jelaskan algoritma Resusitasi Jantung pernapasan adalah sbb 1. Sesak napas, secara subyektif pasien Paru RJP! Learn more about Scribd Membership Home. Read free for days Sign In. Much more than documents. Discover everything Scribd has to offer, including books and audiobooks from major publishers. Start Free Trial Cancel anytime. Uploaded by wawan.

Date uploaded Mar 03, Did you find this document useful? Is this content inappropriate? Report this Document. Flag for Inappropriate Content. Download now. Save Save 3. For Later. Related titles. Carousel Previous Carousel Next. Jump to Page. Search inside document. Henti Nafas ; Depresi pernapasan dan sumbatan Jalan Nafas 4. Related searches Soal btcls Btcls. Tujuan kami adalah untuk mereview pedoman- pedoman resusitasi sehingga kita dapat mengembangkan strategi- strategi yang efektif untuk melaksanakannya dalam waktu dekat mendatang.

Rekomendasi baru berdasar pada review dari bukti- bukti dan opini konsensus serta pedoman dari konferensi ACLS pada tahun ; Perhatian telah diberikan pada pengklasifikasian berbagai macam intervensi atas dasar efek klinis yang terbukti pada percobaan klinis yang baik.

Langkah pertama adalah untuk memastikan korban dan juga penolong aman dari berbagai faktor lingkungan di sekitarnya, misalnya pada tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Penolong kemudian menilai respon korban; penolong harus selalu menganggap korban mengalami henti jantung atau paru atau keduanya kecuali jika terbukti tidak demikian.

Pada kasus trauma penolong harus memikirkan kemungkinan adanya cedera servikal dan memastikan leher korban distabilisasi sehingga tidak memperburuk cedera; penolong harus memposisikan dirinya, berlutut di samping korban sejajar dengan bahunya. Menurut ketentuan bantuan hidup dasar, menggunakan bantuan pernapasan mulut ke mulut bersamaan dengan kompresi dada; bagaimanapun, yang tadinya disamping secara teknik sulit dilakukan juga tidak selalu dapat diterima secara estestis oleh bystander yang ada di sekitar korban henti jantung.

Keseluruhan konsensus pada kasus henti jantung di luar rumah sakit adalah bahwa kompresi dada saja yang dilakukan oleh penolong awam sama efektifnya jika dikombinasikan dengan pernapasan mulut ke mulut. Pijat jantung terbuka mungkin bermanfaat di rumah sakit jika dilakukan segera setelah henti jantung terjadi; akan tetapi, teknik ini memerlukan personil yang sangat terlatih baik pada waktu terjadinya henti jantung dan juga setelah kembalinya sirkulasi.

Dalam kasus tamponade jantung, emboli paru, dan cedera tembus dada, pijat jantung terbuka memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa. Operasi bypass jantung- paru gawat darurat melalui pembuluh darah femoralis dan pijat jantung langsung minimal invasif melalui insisi 2 cm dan sebuah alat yang menyerupai tongkat tampaknya menjanjikan dalam beberapa situasi klinis.

Terdapat juga konsensus yang berkembang menyatakan bahwa korban VF yang tidak mendapatkan defibrilasi bahkan 5 menit setelah kejadian, harus mendapatkan terapi perfusi CPR sebelum defibrilasi. Setiap langkah memerlukan dua tindakan: penilaian dan pengelolaaan, dan dengan kedua tindakan tersebut penolong tidak akan pernah kehilangan pengamatannya tentang kebutuhan akan evaluasi dan perawatan pasien. Jika penilaian memperlihatkan masalah yang mengancam jiwa, penolong tidak boleh melangkah lebih lanjut sampai masalah tersebut terselesaikan.

Pendekatan ini membantu dalam menangani semua kasus gawat darurat yang mengancam jiwa. Pernapasan : Sekarang ini telah diperintahkan untuk memastikan posisi pipa yang benar di dalam trakea dengan melakukan auskultasi pada 5 titik dan juga dengan teknik- teknik sekunder yang mencakup indikator tidal akhir CO2 dan alat detektor esofagus kelas 2a.

Setelah memastikan posisi pipa benar, penolong harus memfiksasi pipa dengan menggunakan tali, plester atau gagang pipa kelas 2b. Diagnosis banding : Penolong harus mencari, menemukan, dan mengobati penyebab- penyebab yang reversibel. Kematian sering terjadi berkaitan dengan kegagalan jantung dan neurologik dan banyak dari kematian tersebut terjadi dalam 48 jam pertama setelah resusitasi. Telah terdapat sedikitnya dua percobaan acak terpublikasi pada manusia yang telah membandingkan dua kelompok pasien post henti jantung VF yang berespon terhadap resusitasi dengan kembalinya sirkulasi spontan;29,30 kedua kelompok tersebut diacak untuk mendapatkan keadaan normotermia dan hipotermia ringan 34oC.

Hasilnya ditentukan sesuai dengan pemulihan neurologik yang baik untuk membolehkan mengeluarkan pasien. Kelompok yang mendapatkan keadaan hipotermia ringan didapatkan memiliki keluaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan keadaan normotermia.

Irama jantung yang mematikan 1. Asistol 3. Irama jantung yang berpotensi mematikan 1. Takikardi yang tidak stabil 2. Irama jantung yang tidak mematikan 1. Bradikardi stabil. Takikardi kompleks sempit stabil. Takikardi kompleks lebar stabil; tipe tidak diketahui. VT stabil. Irama jantung yang mematikan2 Irama yang mematikan membutuhkan pengenalan segera dan tindakan yang sesuai oleh penolong misalnya jika seorang pasien mengalami fibrilasi ventrikel atau takikardi ventrikel tanpa denyut nadi, defibrilasi segera adalah penanganan yang tepat sedangkan penanganan serupa berbahaya dan berpotensi mematikan pada kasus pulseless electrical activity hadirnya depolarisasi listrik pada keadaan hilangnya denyut nadi atau asistol penyebab yang mendasari harus dikoreksi pada situasi terakhir.

Dibandingkan dengan epinefrin yang memiliki waktu paruh menit, vasopressin memiliki waktu paruh 20 menit dan diberikan dalam dosis tunggal 40 IU secara intravena. Jika pasien tidak stabil, penolong harus menstabilkan denyut jantung sebagai penyebab dari gejala hampir selalu denyut jantung lebih dari Langkah berikutnya adalah untuk mengkardioversi irama tidak stabil tersebut.

Kejut listrik tersinkronisasi mennghindarkan dihasilkannya kejut sepanjang repolarisasi jantung, periode yang rentan selama kejutan dapat memicu fibrilasi ventrikel. Rekomendasi ACLS adalah untuk mensinkronkan pasien dengan takikardi stabil dan pasien dengan takikardi tidak stabil yang sangat tidak stabil, yang penundaan sebentar saja dapat mengakibatkan kemunduran klinis yang lebih lanjut. Sebaliknya, untuk menghindari penundaan yang berbahaya, pasien yang sangat tidak stabil, seperti mereka yang dalam syok berat atau pulseles VT, harus mendapatkan kejut listrik yang tidak sinkron.

Jika, kejut yang tidak sinkron menimbulkan VF, defibrilasi harus dilakukan dengan segera. Langkah selanjutnya adalah memberikan kejut DC tersinkronisasi pada VT monomorfik dengan denyut nadi, paroxysmal supraventricular tachycardia PSVT , fibrilasi atrium AF , atrial flutter dengan kejut monofasik J atau setara dengan kejut bifasik J.

Jika pasien tidak stabil, penolong harus melanjutkan untuk kardioversi segera. Jika pasien stabil penolong kemudian mengelompokkan jenis aritmianya dan melanjutkan dengan algoritma individual.

Takikardi kompleks sempit yang stabil diklasifikasikan lebih lanjut ke dalam PSVT, takikardi atrium multifocal MAT dan takikardi junctional. Membedakannya penting karena PSVT disebabkan oleh fenomena re-entri ketika yang lain sebagai tambahan takikardi atrium ektopik biasanya disebabkan oleh fokus otomatis atau fokus yang mudah terangsang dan tidak berespon dengan kardioversi. Pada VT, perhatian diberikan pada apakah pasien stabil atau tidak, morfologi monomorfik atau polimorfik , fraksi ejeksi dan interval QT.

Ketika QT normal, VT disebabkan karena iskemia atau ketidakseimbangan elektrolit; penolong harus menangani iskemia, dan melakukan koreksi elektrolit. Gunakan obat- obat Apakah fungsi seperti digoksin, diltiazem,dan jantung terganggu? Kita seharusnya hanya menangani bradikardi simptomatik tapi kita harus mengenali bradikardi yang berbahaya dengan kata lain bradikardi yang tampaknya memburuk bahkan jika pasien asimptomatik.

Jenis bradikardi tersebut meliputi: a. Atropin adalah obat pilihan dalam penatalaksanaan awal dari banyak kasus bradikardi; obat ini bekerja dengan menghalangi fungsi nervus vagus. Akan tetapi area jantung yang tidak dipersarafi oleh nervus vagus tidak akan berespon terhadap atropin; oleh karena itu atropin tidak diindikasikan pada blok jantung derajat III atau Mobitz tipe II.

Penggunaannya dapat mempercepat denyut atrial dan menghasilkan peningkatan blok nodus AV. Awalnya pasien dengan ACS dikelompokkan berdasarkan gambaran EKG awal seperti MI dengan gelombang Q, MI tanpa gelombang Q dan angina tidak stabil dan penatalaksanaan pasien didasarkan pada klasifikasi ini; akan tetapi, sekarang algoritma baru nyeri dada iskemik telah dikembangkan untuk memasukkan semua pasien yang datang dengan gejala nyeri dada.

Pentingnya algoritma ini adalah untuk menyediakan penilaian umum segera 10 menit dan penanganan umum segera untuk semua pasien dengan nyeri dada dan kemudian membagi pasien- pasien tersebut ke dalam tiga kelompok berdasarkan gambaran EKG lead dan deviasi segmen ST.

Semua pasien dengan infark miokard membutuhkan aspirin dan beta- bloker jika tidak ada kontraindikasi. Pemeriksaan EKG lead pre- rumah sakit kelas 2a meningkatkan diagnosis dan mengurangi waktu di rumah sakit untuk penanganan.

Penggunaan daftar indikasi dan kontraindikasi pre-rumah sakit, dapat memperpendek waktu agar digunakan untuk reperfusi. PCI dapat disamakan dengan terapi fibrinolitik di rumah sakit besar dengan operator yang berpengalaman.

Enoxaparin, heparin dengan berat molekul rendah LMWH lebih unggul daripada unfractionated heparin UFH dan mudah untuk diberikan tanpa adanya angina berulang rebound angina. Lidokain 1. Amiodaron dan Sotalol kelas 2b adalah obat yang direkomendasikan untuk terapi VT monomorfik stabil dan polimorfik. Amiodaron dan prokainamid kelas 2b direkomendasikan di depan daripada adenosine untuk terapi takikardi kompleks lebar stabil. Magnesium sulfat kelas 2b g IV diberikan pada keadaan torsade de pointes atau ketika pasien dicurigai iskemia karena hipomagnesemia.

Epinefrin dosis tinggi 0. Recombinant tissue plasminogen activator rtpa memperbaiki keluaran neurologik saat diberikan pada pasien- pasien stroke yang memenuhi syarat dalam 3 jam setelah onset kelas 1. Kelas 1: Pada keadaan hiperkalemia yang telah ada sebelumnya. Kelas 2a: Pada keadaan asidosis yang berespon dengan pemberian bikarbonat.

Kelas 2a: Pada overdosis obat antidepresan trisiklik. Kelas 2a: Pada urin yang alkali akibat overdosis aspirin atau obat lainnya. Kelas 2b: Untuk intubasi dan ventilasi pasien- pasien dengan interval henti jantung yang lama.

Kelas 2b: Kembalinya sirkulasi setelah henti jantung yang lama. Resusitasi serebral merupakan tujuan ACLS yang paling penting, kecuali jika ventilasi dan sirkulasi spontan dimulai dengan cepat, resusitasi yang berhasil tidak dapat terwujud. Jangan pernah melupakan pasien, tangani pasien bukan aritmianya; para petugas kegawatdaruratan harus secara konstan meninjau kembali resusitasi daripada fokus pada satu usaha resusitasi.

Waktu adalah kritis, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan denyut jantung, semakin kecil kesempatan untuk suksesnya resusitasi. Cari dan tangani penyebab; orang-orang yang mengalami henti jantung VF membutuhkan defibrilator, sedangkan mereka yang mengalami henti jantung asistol atau PEA membutuhkan diagnosis disertai intervensi untuk mengoreksi abnormalitas yang terjadi.

Dalam hal waktu, diagnosis dan penanganan infark miokard akut adalah kritis. Perawatan post resusitasi sama pentingnya; ketika jantung kembali berdenyut, jagalah untuk tetap berdenyut. Resusitasi yang baik membutuhkan pemikiran yang hati- hati tentang kapan upaya resusitasi dihentikan dan bahkan yang lebih penting, kapan resusitasi tidak dimulai.

Kita tidak boleh meresusitasi pasien ketika penyakitnya telah berada pada tahap akhir dan kehidupan berhenti; kita juga tidak boleh meresusitasi pasien jika bertentangan dengan keinginannya. Rangkaian usaha untuk mempertahankan hidup yang meliputi CPR dini. Defibrilasi dini, dan ACLS dini harus diaplikasikan dan diperkuat dalam masyarakat kita, baik di rumah sakit dan juga di rumah- rumah kita.

Life stick resuscitation dapat dilakukan dan aman serta mungkin bermanfaat pada pasien asistol atau PEA. AP Adams et al.

Recent Advances in Anaesthesia and Intensive Care ; Richard O. Cummins, ACLS text book. Essential of ACLS ; Eisenberg et al. Cardiac arrest and resuscitation, Ann Emerg Med ; Lombardi et al. Chapman PD Et al. Monphasic vs biphasic waveforms for non thoracotomy canine internal fibrillation. J Am Coll Cardiol ; 14;

Materi ACLS (Pdf) Uploaded by

Sertifikat BTCLS dari Kemenkes RI, Sertifikat 4 SKP PPNI Pusat, ID Card BTCLS Trainer Keren Gadar Medik Indonesia adalah lembaga pelatihan kegawatdaruratan terakreditasi "B" No/H/A.I/XII/ oleh Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI. Materi TWK CPNS Terlengkap dari Pancasila Hingga UUD Download PDF di Sini Materi Tes Wawasan Kebangsaan termasuk dalam salah satu bagian Tes Kompetensi Dasar (TKD) download di sini. Rabu, 17 Oktober lihat foto. Tribun Style. Info terbaru CPNS Materi: Cardiac Life Support (BTCLS) A. MATERI DASAR: 1. Etik dan Aspek Legal Keperawatan Gawat Darurat 2. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) B. MATERI INTI: 1. Bantuan Hidup Dasar 2. Initial Assesmen 3. Air Way Breathing 4. Trauma Kepala dan Spinal 5. Trauma Thorax dan Abdomen 6. Trauma Muskulo skeletal 7. Luka Bakar gasthausamflughafen.de Size: KB. Tags:Bitcoin cloud mining uk, Andrew macdonald bitcoin, Honda btcc facebook, Bank vontobel zertifikat bitcoin, Btcf case

0 Responses